Kafein kopi ternyata dapat memperlambat penuaan sel manusia

Terkait

PRIORITAS, 28/7/25 (London): Selama ini banyak orang hanya tahu manfaat minum kopi sekadar mencegah kantuk, karena kopi memang dikenal sebagai senyawa neuroaktif terpopuler di dunia. Bahkan para kawula muda hanya menjadikan kopi sebagai pasangan camilan di kala berada di kafe.

Ternyata, sebuah studi baru dari laboratorium Penuaan Seluler dan Penuaan di Pusat Biologi Sel Molekuler Universitas Queen Mary London, mengungkap bagaimana kafein yang banyak terkandung dalam kopi dapat berperan lebih dari sekadar membangunkan Anda.

Studi dalam jurnal Microbial Cell  ini, menunjukkan kafein dapat berperan dalam memperlambat proses penuaan di tingkat seluler (sel) dalam tubuh manusia.

Kafein telah lama dikaitkan dengan potensi manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko penyakit terkait usia. Namun, bagaimana kafein bekerja di dalam sel kita, dan apa hubungannya dengan jaringan gen dan protein yang responsif terhadap nutrisi dan stres, masih menjadi misteri hingga saat ini.

Sel hidup lebih lama

Dalam penelitian baru yang diterbitkan para ilmuwan yang mempelajari ragi fisi—organisme bersel tunggal, yang secara mengejutkan mirip dengan sel manusia— para peneliti menemukan kafein memengaruhi penuaan dengan memanfaatkan sistem energi seluler kuno.

Beberapa tahun yang lalu, tim peneliti yang sama menemukan kafein membantu sel hidup lebih lama, dengan memengaruhi zat pengatur tumbuh yang disebut TOR (Target Rapamycin).

TOR adalah sakelar biologis yang memberi tahu sel kapan harus tumbuh, berdasarkan jumlah makanan dan energi yang tersedia.

Sakelar ini telah mengendalikan respons energi dan stres pada makhluk hidup selama lebih dari 500 juta tahun lalu.

Diaktifkan kafein

Dalam studi terbaru, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com hari Senin (28/7/25), para ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Kafein bekerja dengan mengaktifkan sistem penting lain yang disebut AMPK, pengukur bahan bakar seluler yang secara evolusioner dilestarikan dalam ragi dan manusia,.

“Ketika sel-sel Anda kekurangan energi, AMPK akan aktif untuk membantu mereka mengatasinya. Dan hasil kami menunjukkan bahwa kafein membantu mengaktifkan fungsi tersebut”, jelas penulis senior, Pembaca Genetika, Genomik, dan Biologi Sel Fundamental di Queen Mary University of London, Dr. Charalampos (Babis) Rallis.

Menariknya, AMPK juga menjadi target metformin, obat diabetes umum yang sedang dipelajari karena potensinya untuk memperpanjang umur manusia bersama dengan rapamycin.

Manfaat umur panjang

Dengan menggunakan model ragi, para peneliti menunjukkan efek kafein pada AMPK memengaruhi cara sel tumbuh, memperbaiki DNA, dan merespons stres—yang semuanya terkait dengan penuaan dan penyakit.

“Temuan ini membantu menjelaskan mengapa kafein mungkin bermanfaat bagi kesehatan dan umur panjang,” jelas ilmuwan peneliti pascadoktoral yang memimpin studi ini, Dr. John-Patrick Alao.

Temuan ini juga membuka kemungkinan menarik untuk penelitian di masa mendatang tentang bagaimana kita dapat memicu efek ini secara lebih langsung—melalui pola makan, gaya hidup, atau obat-obatan baru.

Jadi, saat berikutnya ketika minum kopi, Anda mungkin melakukan lebih dari sekadar meningkatkan fokus, Anda juga bisa membantu sel-sel tubuh untuk hidup lebih lama.(P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini