Kapal imigran terbalik di pantai Yunani, 32 orang dinyatakan tewas

Terkait

PRIORITAS, 8/12/25 (Athena): Sebanyak 32 orang dinyatakan tewas setelah sebuah kapal imigran terbalik di lepas pantai Kreta, Yunani.

Otoritas Yunani, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com, hari Senin (8/12/25), telah mengonfirmasi hanya dua orang yang selamat di atas kapal imigran tersebut. “Hanya ada dua yang selamat”, kata penjaga pantai.

Korban yang selamat mengatakan kepada petugas, total ada 34 orang berada di dalam kapal sebelum terbalik.

Sebanyak 17 jenazah telah ditemukan dan 15 orang hilang akibat terjatuh ke laut. Dengan demikian dapat berarti jumlah korban tewas menjadi 32 orang, lapor The Independent.

Penjaga pantai Yunani telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan, meskipun upaya tersebut terhambat angin kencang dan gelombang laut yang tinggi di wilayah tersebut.

Sebuah kapal dagang Turki melaporkan,  kapal yang sarat imigran itu awalnya terlihat pada hari Sabtu,  sekitar 64 kilometer barat daya Ierapetra, sebuah kota di Kreta selatan.

Para penumpang yang selamat sudah dibawa ke rumah sakit di Kreta, sementara jenazah korban tewas dibawa ke kamar mayat di pulau itu untuk pemeriksaan post-mortem.

Para korban selamat memberi tahu pihak berwenang mereka berlayar dari Tobruk di Libya pada malam 1 Desember 2025. Kapal tersebut mengalami kerusakan mesin keesokan harinya dan mulai hanyut.

Yunani merupakan pintu masuk utama ke Uni Eropa, bagi orang-orang yang melarikan diri dari konflik dan kemiskinan di Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Kecelakaan fatal seperti kapal imigran terbalik sudah sering terjadi, akibat saratnya kapal dan terjangan ombak di perairan yang ganas.

Rute yang dipilih sebelumnya adalah penyeberangan singkat, namun seringkali berbahaya dari pesisir Turki ke pulau-pulau Yunani di dekatnya.

Adanya peningkatan patroli dan penolakan seperti deportasi mendadak tanpa izin permohonan suaka dari otoritas Yunani, ikut mengurangi upaya penyeberangan para imigran.

Sebaliknya, banyak imigran yang melakukan penyeberangan laut,  jauh lebih lama dengan melintasi Mediterania dari Afrika Utara, terutama dari Libya.

Mereka umumnya hanya menggunakan perahu kayu yang dibuat kasar, perahu karet besar, atau kapal penangkap ikan tua yang sudah bobrok.(P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini