London dilanda demo besar, Elon Musk terlibat

Terkait

PRIORITAS, 15/9/25 (London): Sekitar 150.000 massa melakukan aksi unjukrasa besar-besaran di Ibukota Inggris, London. CEO Tesla, Elon Musk, ikut terlibat dengan mendorong pendemo untuk melakukan ‘kudeta’ terhadap pemerintah Inggris.

Aksi unjukrasa ini dipicu karena semakin banyak imigran yang masuk ke Inggris, sementara warga asli Inggris semakin terpinggirkan.

Kepada tokoh sayap kanan dan koordinator demonstrasi “Unite the Kingdom”, Tommy Robinson, Elon Musk mengatakan para pengunjuk rasa harus “melawan atau mati”. Musk mengutuk pemerintah Inggris yang condong ke kiri.

Miliarder teknologi itu,  mengeritik selama ini imigran secara besar-besaran dan tidak terkendali terus memasuki Inggris.

Ia mencurigai masuknya para imigran adalah suatu strategi kaum kiri untuk mendatangkan pemilih yang nantinya dipakai pada pemilu di Inggris nanti.

“Jadi, jika mereka tidak bisa meyakinkan bangsa mereka untuk memilih mereka, mereka akan mendatangkan orang-orang dari negara lain untuk memilih mereka. Ini adalah strategi yang akan berhasil jika tidak dihentikan”, tegas Musk, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari X@elonmusk, hari Senin (14/9/25).

Ceo Tesla, Elon Musk (kanan) tampil di layar berdialog dengan Tommy Robinson, di hadapan ratusan ribu demonstran di London, Inggris .(x@elonmusk)

Karena itu, Musk menyerukan pergantian pemerintahan di Inggris yang kini dipimpin Perdana Menteri Keir Starmer.

Pemilik situs sosial X menyerukan kepada warga Inggris, untuk memperhatikan dengan saksama sekeliling dan jika ini (arus imigran) terus berlanjut dengan munculnya tindak kekerasan dari mereka, dunia seperti apa yang akan ditinggali.

“Anda berada dalam situasi yang sangat krusial di sini. Entah Anda memilih kekerasan atau tidak, kekerasan akan menghampiri Anda. Kamu melawan atau mati, itulah kebenarannya, menurutku”, kata Musk.

Elon Musk bahkan membandingkan situasi di Inggris dengan cara brutal yang menimpa seorang aktivis konservatis, Charlie Kirk, yang ditembak mati di kampus Utah Valley, AS, baru-baru ini.

Ia menyebut, Kirk sengaja dibunuh kaum kiri di AS. “Kubu kiri adalah partai pembunuhan dan merayakan pembunuhan. Itulah yang sedang kita hadapi di sini (Inggris)”, lanjutnya.

Sempat ricuh

Aksi unjukrasa di London yang diselenggarakan aktivis sayap kanan Tommy Robinson menarik sekitar 150.000 orang dan menjadi ricuh, ketika sekelompok kecil pendukungnya bentrok dengan petugas polisi.

Beberapa petugas dipukul, ditendang, dan terkena lemparan botol dari orang-orang di sekitar demonstrasi “Unite the Kingdom”. Bala bantuan dengan helm dan tameng anti huru hara dikerahkan untuk mendukung lebih dari 1.000 petugas yang bertugas.

Sebanyak 26 petugas polisi terluka—empat di antaranya luka parah, termasuk gigi patah dan gegar otak, petugas mengatakan mereka mengalami hidung patah serta cedera tulang belakang.

Menurut polisi, setidaknya 25 orang ditangkap atas pelanggaran, termasuk gangguan kekerasan, penyerangan, dan kerusakan kriminal, dan penyelidikan masih berlanjut.

Robinson, yang nama aslinya adalah Stephen Yaxley-Lennon, mendirikan Liga Pertahanan Inggris yang nasionalis dan anti-Islam dan merupakan salah satu tokoh sayap kanan paling berpengaruh di Inggris.

Pawai itu disebut sebagai demonstrasi yang mendukung kebebasan berbicara – dengan banyak retorika para influencer dan beberapa politisi sayap kanan dari seluruh Eropa.

Mereka umumnya mengeritik pemerintah Inggris dan Eropa, karena bahaya migrasi, sebuah masalah yang sebagian besar benua itu berusaha untuk mengendalikannya.

“Kita berdua mengalami proses yang sama, yaitu tergantikannya penduduk Eropa kita oleh penduduk dari selatan dan berbudaya Muslim. Kita dan Anda sedang dijajah oleh bekas koloni kita,” ujar politisi sayap kanan Prancis, Eric Zemmour.

Jalan utama di London dipenuhi ratusan ribu massa yang melakukan aksi protes terhadap Imigran yang semakin banyak masuk ke Inggris.(x-wewillbefree24)

Sejumlah protes anti-migran digelar musim panas ini di luar hotel-hotel yang menampung para pencari suaka menyusul penangkapan seorang pria Ethiopia, karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 14 tahun di London. Beberapa protes tersebut berujung pada kekerasan dan berujung pada penangkapan.

Tak terintimidasi

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengatakan tidak akan membiarkan orang merasa terintimidasi di jalan karena latar belakang atau warna kulit mereka.

“Masyarakat berhak melakukan protes damai. Itu inti dari nilai-nilai negara kita. Tetapi kami tidak akan menoleransi penyerangan terhadap petugas polisi saat menjalankan tugasnya atau terhadap orang-orang yang merasa terintimidasi di jalan-jalan kami, karena latar belakang atau warna kulit mereka”.kata dia.

Sebelumnya, Menteri Bisnis Peter Kyle mengatakan para demonstran menunjukkan kebebasan berserikat dan kebebasan berbicara.

Kyle juga mengkritik komentar Elon Musk setelah ia muncul di demonstrasi melalui tautan video dan memberi tahu para pengunjuk rasa untuk “melawan” atau “mati”.

“Saya pikir itu adalah komentar yang agak tidak dapat dipahami dan sama sekali tidak pantas”, kata menteri Kyle.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini