PRIORITAS, 7/8/25 (New Delhi): Sebanyak lima orang tewas dan lebih dari 100 warga dinyatakan hilang tertimbun, setelah longsor disertai banjir bandang menyapu dan mengubur satu desa Dharali, Uttarkashi, yang berada tepat di lembah di bawah perbukitan.
“Ini bencana alam. Kami telah menerima informasi tentang orang meninggal dan sekitar 100 orang hilang,” kata Menteri Federal, Sanjay Seth, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari media India, NTDV, hari Kamis (7/8/25).
Wakil Inspektur Jenderal Pasukan Tanggap Bencana Nasional, Mohsen Shahedi, menyebutkan setidaknya lima orang tewas dan ratusan orang tertimbun di bawah reruntuhan setelah banjir bandang menghanyutkan sebuah desa di negara bagian Uttarakhand, India utara.
Setidaknya 11 prajurit tentara India juga hilang setelah tersapu dari desa Harsil di hilir.  “Pencarian orang hilang masih berlangsung,” kata Mohsen Shahedi.
Tim penyelamat dari Pasukan Tanggap Bencana Negara, Pasukan Tanggap Bencana Nasional, dan Angkatan Darat India, telah berada di lokasi kejadian untuk mencari orang-orang yang dikhawatirkan masih tertimbun.
Rekaman yang dibagikan seorang wisatawan, menunjukkan banjir lumpur dan material bebatuan mengalir deras di atas lereng gunung di distrik Uttarkashi, Â kemudian menerjang satu desa di kaki bukit.
Puluhan rumah-rumah permanen baik berlantai satu atau lebih, terlihat roboh dan terseret material banjir longsor tersebut hingga ke aliran sungai di bawahnya yang berjarak ratusan meter.
“Semuanya, mulai dari hotel hingga pasar, hancur. Saya belum pernah menyaksikan bencana seperti ini sebelumnya,” ujar seorang saksi mata kepada India Today.
Lokasi di lembah
Menteri Federal, mengatakan kepada kantor berita PTI, ini adalah situasi serius dan Perdana Menteri Narendra Modi serta Menteri Dalam Negeri Amit Shah memantau situasi ini dengan ketat.
Desa itu berada di dataran tinggi tapi lokasinya tepat berada di lembah. Area tersebut telah menjadi lokasi wisata dan kegiatan komersial seperti hotel dan pertokoan.
“Kami belum dapat memastikan kerugiannya, tetapi laporan awal menunjukkan kerusakan properti yang parah,” kata hakim distrik, Prashant Arya. “Sekitar selusin hotel hanyut dan beberapa toko ambruk,” ujarnya menambahkan.
Badan Manajemen Bencana Nasional mengatakan pihaknya telah meminta tiga helikopter dari pemerintah federal, Â untuk membantu operasi penyelamatan dan bantuan saat tim penyelamat berjuang mengakses medan terpencil.
Bukan dipicu hujan
Para ahli menilai, tanah longsor di bawah pegunungan Himalaya distrik Uttarkashi, Uttarakhand itu, kemungkinan besar bukan dipicu hujan deras.
Beberapa ahli telah mengindikasikan daerah dekat desa Dharali tersebut, Â tidak diguyur hujan deras beberapa jam sebelum bencana.
Sebaliknya, jebolnya kolam gletser di atas desa itu, kemungkinan menjadi penyebab banjir bandang.
Pengajar geografi di Pusat Penelitian dan Studi Nityanand Himalaya, Universitas Doon, Dr. DD Chauniyal, yang telah mempelajari wilayah Himalaya secara ekstensif, mengatakan terdapat beberapa kolam gletser di daerah pegunungan bersalju di utara desa Dharali.
Sungai Kheer Ganga berhulu di daerah bersalju ini pada ketinggian yang curam. Terdapat beberapa kolam gletser di daerah ini. Akibat hujan deras dan mencairnya salju, kolam-kolam ini telah terisi.
“Saya rasa salah satu kolam ini jebol, dan menyebabkan air dan material mengalir ke hilir dengan kekuatan yang luar biasa. Gradiennya juga sangat tinggi. Dan kemudian menghantam desa Dharali,” jelasnya.
Di bawah pertemuan sungai
Ia menjelaskan Sungai Kheer Ganga mengalir ke hilir dan menyatu dengan Sungai Bhagirathi, sementara desa Dharali terletak di dekat pertemuan sungai.
Dr. Chauniyal mengatakan sungai tersebut sebelumnya memiliki rute yang berbeda. Seiring waktu, alirannya berubah dan sungai mulai mengalir ke hulu.
Akhirnya selama bertahun-tahun, bangunan-bangunan telah didirikan di kedua sisi aliran Sungai Kheer Ganga.
Masyarakat tak memperhitungkan ada bendungan gletser di atas yang sarat material bebatuan dan sedimen, yang  tiba-tiba jebol dan menghantam sepanjang aliran sebelumnya di mana telah berdiri permukiman, hotel, rumah, dan pasar.
Profesor senior tersebut juga menunjukkan desa Dharali lama, yang terletak di sebelah kanan sungai yang mengalir ke hilir, aman dari terjangan. Hanya area di sebelah kirinya musnah tersapu banjir longsor.
Ia menilai masyarakat tidak hati-hati memilih area aman untuk membangun rumah mereka.
Permukiman baru justru dibangun tanpa perencanaan bencana alam. Hotel-hotel dibangun, jalan-jalan dibangun di lereng curam aliran sungai.
“Kehancuran terjadi dalam hitungan detik, yang mengindikasikan hal itu mungkin disebabkan pecahnya kolam gletser. Dalam hitungan detik, aliran air berhenti. Hal yang sama terjadi saat bencana Kedarnath tahun 2013,” jelasnya.
Personel Angkatan Darat, pasukan paramiliter, dan tim tanggap bencana bekerja tanpa lelah untuk menemukan mereka yang hilang.
Banyak dari mereka yang hilang adalah wisatawan dan kerabat mereka telah berusaha mencari mereka. (P-Jeffry W)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














