PRIORITAS, 28/6/25 (Jakarta): Nvidia kembali mencuri perhatian setelah mencatatkan tonggak sejarah baru. Pada Jumat (27/6/25), nilai kapitalisasi pasar perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini menembus rekor tertinggi, yaitu sebesar US$3,77 triliun. Sejumlah analis meyakini bahwa kenaikan ini hanyalah awal dari pertumbuhan yang lebih signifikan ke depan.
Menurut laporan dari Gizchina pada Sabtu (28/6/25), lonjakan global dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor utama yang mendorong percepatan kinerja Nvidia.
Sementara itu, firma investasi Loop Capital baru saja merevisi target harga saham Nvidia menjadi US$250. Jika proyeksi tersebut terwujud, maka nilai pasar perusahaan berpotensi meningkat hingga enam triliun dollar dan menjadikannya salah satu perusahaan paling berharga dalam sejarah.
Era kejayaan AI sedang berlangsung
Analis dari Loop Capital, Ananda Baruah, menyatakan, era kejayaan AI generatif sedang berlangsung. Nvidia dianggap sebagai pemain utama dalam transformasi ini karena menyediakan tenaga komputasi esensial bagi pengembangan teknologi tersebut. Ia juga mencatat, lonjakan permintaan terhadap sistem komputasi berperforma tinggi terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh analis rantai pasok, John Donovan. Ia mengungkapkan, investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan, termasuk pembangunan pusat data berskala besar (hyperscale) dan fasilitas AI yang disokong oleh pemerintah, berkembang dengan sangat cepat. Menurutnya, total dana investasi global di sektor ini berpotensi menembus angka dua triliun dollar pada tahun 2028.
Dengan derasnya arus investasi di sektor ini, Nvidia diproyeksikan akan memperoleh keuntungan yang sangat signifikan. Loop Capital memprediksi, laba per saham Nvidia dapat menembus angka delapan miliar USD pada tahun 2028.
Selama 12 bulan terakhir, Nvidia, Microsoft, dan Apple terus bersaing memperebutkan gelar sebagai perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia. Microsoft sempat menduduki posisi puncak pada awal Juni, namun kini Nvidia kembali merebut posisi tersebut. (P-Zamir)














