Pasukan AS tembak kapal narkoba, 11 penyelundup Venezuela tewas

Terkait

PRIORITAS, 3/9/25 (Washington): Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menembak sebuah kapal cepat penyelundup narkoba yang coba menyusup ke AS, Selasa tengah malam. Tembakan itu meledakkan kapal berisi narkoba dan menewaskan 11 penyelundupnya.

Kapal itu berangkat dari Venezuela dan melaju kencang di laut Karibia Selatan, menuju perairan Amerika Serikat.

“Atas perintah saya, 11 teroris dari Venezuela yang mencoba menyelundupkan narkoba ke AS telah dibasmi”, kata Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com hari Rabu (3/9/25).

Menurut Trump, para penyelundup narkotika itu berasal dari organisasi Tren de Aragua (TDA), yang beroperasi di bawah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Ia menulis serangan militer AS itu, dilakukan ketika para penyelundup berada di perairan internasional dalam perjalanan mereka ke AS dengan membawa narkoba.

“Ini peringatan bagi siapa pun yang berpikir untuk membawa narkoba ke Amerika Serikat!”, tegas Trump.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengonfirmasi serangan presisi terhadap kapal narkoba di Karibia selatan itu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi tersebut.

Tidak disebutkan apa saja narkoba yang hendak diselundupkan tersebut. Namun biasanya yang sering dibawa kartel Venezuela adalah narkotika jenis Kokain. Venezuela bertanggunjawab atas distribusi sekitar 450 metrik ton kokain di pasar global.

Sebuah kapal cepat yang diduga kuat membawa banyak narkoba terdeteksi melaju di laut Karibia Selatan menuju perairan AS, Selasa malam 2 September 2025.(9news)

Kirim kapal perang

Amerika Serikat kini mengirim sejumlah kapal perang, lengkap dengan pesawat dan helikopter tempur di laut sekitar Karibia dan Amerika Latin, untuk membasmi kartel narkoba yang sering menyelundupkan narkoba ke AS.

“Militer AS mengerahkan lebih dari 4000 Marinir dan pelaut ke perairan sekitar Amerika Latin dan Karibia”, ungkap pejabat militer AS.

Kekuatan militer AS sebagai bagian dari upaya memerangi kartel narkoba itu, telah memicu kemarahan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Minggu lalu, Rubio mengunjungi markas besar Komando Selatan AS, yang bertanggung jawab atas aset yang dikerahkan.

AS pada Februari 2025 lalu telah menetapkan kartel Tren de Aragua sebagai Organisasi Teroris Asing, yang beroperasi di bawah kendali Presiden Nicolas Maduro.

“Organisasi ini bertanggung jawab atas pembunuhan massal, perdagangan narkoba, perdagangan seks, serta tindak kekerasan dan teror di seluruh Amerika Serikat dan Belahan Bumi Barat,” ujar Trump.

Pemerintahan Trump bahkan telah meningkatkan hadiah untuk menangkap presiden Venezuela menjadi $76 juta (Rp.1,2 Triliun) karena menjadi dalang perdagangan narkoba global.

Sejumlah penyelundup narkoba terlihat berbaring di lambung kapal cepat sebelum ditembak saat hendak menuju perairan AS.(9news)

“Ini ancaman yang keterlaluan… benar-benar kriminal, berdarah. Mereka ingin maju dengan apa yang mereka sebut tekanan maksimum, dan dalam menghadapi tekanan militer maksimum, kami telah menyiapkan kesiapan maksimum,” kata Maduro, seraya menambahkan ia tidak akan tunduk pada ancaman.

Misi antinarkoba

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menggambarkan serangan mematikan tersebut terjadi di Karibia selatan terhadap kapal narkoba yang berangkat dari Venezuela.

Dalam sambutannya sebelum berangkat menuju Meksiko dan Ekuador, Rubio mengatakan misi antinarkoba akan terus berlanjut.

“Kami akan memerangi kartel narkoba yang membanjiri jalan-jalan Amerika dan membunuh warga Amerika,” kata Rubio, seperti dilaporkan 9News.

Ia mengatakan jalur penyelundupan narkoba dari Venezuela adalah rute yang umum terjadi.

Ketika ditanya CNN tentang kewenangan hukum untuk menargetkan kartel secara militer, Rubio berkata, “Saya tidak akan menjawab atas nama penasihat Gedung Putih, cukuplah untuk mengatakan bahwa semua langkah tersebut telah diambil sebelumnya.”

Kapal penyelundup narkoba dari Venezuela meledak ketika ditembak militer AS di perairan Karibia Selatan, 2 September 2025 malam.(9news).

“Presiden telah menetapkan mereka sebagai organisasi teroris, dan memang benar demikian,” katanya.

Presiden Trump mengatakan militer AS hanya dalam beberapa menit terakhir, secara harfiah menembak sebuah kapal pengangkut narkoba.

“Itu baru saja terjadi beberapa saat yang lalu, dan jenderal agung kita, kepala Kepala Staf Gabungan … dia memberi kita sedikit pengarahan,” jelas Trump.

“Masih banyak lagi yang berasal dari sana,” ujarnya, seraya menambahkan banyak narkoba mengalir ke AS dari Venezuela. (P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini