PRIORITAS, 4/12/25 (Washington): Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon (Departemen Perang) menyalahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang membocorkan rencana serangan terhadap kelompok teroris Houthi di Yaman.
Informasi yang diperoleh BeritaTakTikInfo.com.com, hari Kamis (4/12/25), menyebutkan keputusan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan Inspektur Jenderal independen Pentagon.
Laporan tersebut belum dirilis ke publik, sesuatu yang diperkirakan pejabat AS akan terjadi minggu ini.
Menurut hasil investigasi, tindakan Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth menggunakan aplikasi pesan Signal pada perangkat handphone pribadinya, untuk mengirimkan informasi sensitif tentang rencana serangan di Yaman, dapat membahayakan pasukan Amerika Serikat di lapangan, jika hal itu disadap (dicegat) pihak musuh.
Hegseth membagikan rincian ‘rahasia’ itu beberapa jam sebelum serangan militer AS pada tanggal 15 Maret 2025, terhadap Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran.
Informasi itu dikirim kepada sekelompok pejabat keamanan nasional tinggi Presiden Donald Trump, yang secara tidak sengaja ikut diterima pemimpin redaksi majalah The Atlantic, Jeffrey Goldberg.
Publik heboh
Goldberg kemudian mengungkapkan rincian obrolan tersebut dalam sebuah artikel sehingga menjadi heboh di publik AS.
Ketika pejabat pemerintahan Trump menuduhnya melebih-lebihkan kepentingannya, Goldberg menerbitkan tangkapan layar dari percakapan antara Hegseth dan pejabat tinggi Trump lainnya.
Hegseth terlihat dalam tangkapan layar sedang mengirim pesan teks tentang rencana khusus untuk membunuh seorang pemimpin militan Houthi di Yaman dua jam sebelum operasi militer rahasia AS.
“Laporan Inspektur Jenderal Pentagon mengatakan informasi dari militer AS telah dirahasiakan pada saat dikirimkan ke Hegseth dan dapat membahayakan anggota layanan AS dan misi itu sendiri jika obrolan itu disadap”, kata sumber.
Namun, laporan Inspektur Jenderal independen Pentagon tidak mempertimbangkan apakah informasi yang diposting Hegseth diklasifikasikan pada saat itu.
Diakui, sebagai kepala Pentagon, Hegseth dapat memutuskan informasi mana yang diklasifikasikan dan mana yang tidak, kata sumber yang mengetahui dokumen tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Pentagon mengatakan peninjauan tersebut membebaskan Hegseth.
“Masalah ini telah terselesaikan, dan kasusnya ditutup,” kata juru bicara Pentagon Sean Parnell.
Serangan di Karibia
Fokus baru pada Hegseth muncul di saat yang sulit, karena pengawasan semakin ketat terhadap kepemimpinannya, menurut Canberra Times.
Terutama ia kini mengawasi serangan mematikan milter AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia, tetapi telah menimbulkan kekhawatiran hukum.
Hegseth, yang juga mantan pembawa acara di Fox News tersebut, berulang kali membantah mengirim pesan teks berisi rencana perang dan mengatakan tidak ada informasi rahasia yang dibagikan.
Namun ia menolak diwawancarai kantor Inspektur Jenderal untuk penyelidikan, kata sumber tersebut, mengutip laporan tersebut.
Dalam pernyataan tertulisnya kepada Inspektur Jenderal, Hegseth hanya mengatakan dia diizinkan untuk mendeklasifikasi informasi.
Dia anggap pantas dan hanya mengirimkan informasi melalui teks yang dia pikir tidak menimbulkan risiko operasional, kata salah satu sumber.
Ia juga menuduh penyelidikan itu didorong lawan politik, meskipun investigasi tersebut juga diminta anggota parlemen Republik dan Demokrat.
Materi paling rahasia
Pembelaan Hegseth di masa lalu atas penggunaan Signal telah membingungkan Demokrat dan mantan pejabat AS, yang menganggap waktu dan rincian penargetan sebagai beberapa materi paling rahasia menjelang kampanye militer AS.
Jika para pemimpin Houthi tahu serangan akan terjadi, mereka mungkin bisa melarikan diri.
Houthi juga mungkin berlindung ke daerah yang ramai di mana penargetan lebih sulit dan jumlah korban sipil potensial mungkin dianggap terlalu tinggi untuk dilanjutkan.
Beruntung, obrolan yang bocor itu tidak mencantumkan nama atau lokasi pasti militan Houthi, yang menjadi sasaran.
Pesan yang bocor itu juga tanpa mengungkapkan informasi yang dapat digunakan untuk menargetkan pasukan AS pelaksana operasi tersebut.
Inspektur Jenderal mencatat Hegseth hanya memberikan sejumlah kecil pesan Signalnya untuk ditinjau, sehingga penyelidikan bergantung pada tangkapan layar yang diterbitkan The Atlantic.(P-Jeffry W)














