PRIORITAS, 20/09/25 (Manado) : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menetapkan lima rumusan utama sebagai pilar arah program kerja 2024-2027.
Kelima pilar meliputi stabilisasi ekonomi – keuangan, hilirisasi – industrialisasi, ketahanan pangan, transformasi digital, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
ISEI juga menegaskan komitmennya memperkuat peran negara dalam pembangunan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Demikian hasil Sidang Pleno ISEI XXIV & Seminar Nasional 2025 yang berlangsung di Manado, 18 – 19 September 2025. Kegiatan dihadiri 500 ekonom dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutan, Ketua Umum Pengurus Pusat ISEI, Perry Warjiyo menyampaikan rumusan tersebut adalah respons konkret terhadap landskap ekonomi global yang semakin kompleks.
Selain itu sebagai upaya ISEI lebih mensinergikan implementasi strategi pembangunan nasional dalam kerangka Program Asta Cita yang diusung pemerintah.
“Kontribusi pemikiran ISEI kepada pemerintah dan masyarakat diwujudkan dalam dokumen Kajian Kebijakan Publik (KKP) volume 6.0, yang mengupas pentingnya transformasi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif, merata, efisien, dan berkelanjutan,” paparnya.
Perry menambahkan pemikiran ini sejalan dengan gagasan begawan ekonomi Indonesia, Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, yang meyakini kemandirian dan nasionalisme ekonomi sangat penting.
“Tujuan akhir pembangunan adalah kesejahteraan rakyat, bukan sekadar pertumbuhan angka-angka makroekonomi” tuturnya.
Karena itu, kata Perry, ISEI menegaskan perlunya kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah (ABG) untuk mewujudkan ekonomi yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.
Dalam kajiannya, ISEI menyoroti bahwa Indonesia perlu mencapai pertumbuhan 6-7% per tahun hingga 2045 untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi. Hal ini hanya dapat dicapai melalui perubahan struktural berbasis peningkatan produktivitas.
ISEI menekankan pentingnya strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi. Namun, hilirisasi harus diarahkan agar lebih inklusif, terutama di sektor mineral dan pertanian, melalui model hilirisasi pangan end-to-end.
Di sisi lain, ekonomi dan keuangan digital dipandang sebagai sumber pertumbuhan baru. Digitalisasi berpotensi menjadi mesin utama pertumbuhan berkelanjutan karena mampu memperluas inklusivitas, meningkatkan efisiensi, dan mendorong produktivitas, yang krusial untuk menghindari middle income trap.
Selain itu, pembiayaan memegang peran penting, baik melalui perluasan peran lembaga pembiayaan di sektor perumahan, maupun pendekatan adaptif dan terdiversifikasi untuk UMKM.
Sementara itu, sektor perumahan diposisikan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan permintaan domestik.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas peran ISEI sebagai mitra strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis riset aplikatif.
“Kami sangat terbantu dengan rekomendasi kebijakan yang diberikan ISEI, terutama di sektor-sektor vital seperti pangan, energi, dan ekonomi digital. Kami yakin, gagasan-gagasan konkret dari acara ini akan bermanfaat besar bagi perekonomian Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan” ujarnya.(P-r*sln)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














