PRIORITAS, 19/5/25 (Banjarbaru): Partisipasi semesta yang melibatkan seluruh pihak untuk mewujudkan pendidikan bermutu, terus didorong oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan.
Upaya yang dilakukan BPMP Kalsel mewujudkan pendidikan yang bermutu itu melalui rapat koordinasi (rakor) terpadu Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun 2025 di Banjarbaru, Minggu (18/5/25) malam.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI Gogot Suharwoto yang mengambil tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
“Upaya mewujudkan pendidikan bermutu dan berkualitas merata memerlukan partisipasi semesta atau semua pihak mulai pemerintah, swasta hingga masyarakat,” katanya.
Dikatakan Gogot, melalui pendekatan partisipasi semesta memastikan semua pihak dan komponen terlibat serta berkerja sama karena peran pemerintah tidak cukup memberikan layanan pendidikan yang bermutu.
“Makanya rakor diharapkan mampu menyatukan visi, strategi sekaligus langkah nyata antarpemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPMP Kalsel Yuli Haryanto mengatakan, tujuan rakor terpadu memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan.
“Kami berharap rakor mampu menumbuhkan kolaborasi dan komitmen pemangku kepentingan dalam mengatasi tantangan dan memajukan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak di Kalsel,” jelasnya.
Disebutkannya, topik-topik utama yang dibahas pada rakor terpadu itu meliputi Kebijakan Pembangunan Pendidikan di Kalsel 2025-2029, rencana Strategis Kementerian Dikdasmen tahun 2025-2029.
Selanjutnya, program dan kegiatan TakTikInfo.com Kemdikdasmen tahun 2025 yang meliputi program Wajib Belajar 13 tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS), serta Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Kemudian, Program Rapor Pendidikan dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Penguatan karakter melalui 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artificial, Tes Kemampuan Akademik.
Setelah itu, Kebijakan Pengelolaan Guru, kepala dan pengawas sekolah, Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Revitalisasi Bahasa Daerah, Praktek Pengelolaan anggaran Pendidikan mendukung peningkatan Indeks SPM di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan hingga Rapor Pendidikan Daerah Provinsi Kalsel 2025.
Adapun peserta rakor sebanyak 132 orang berasal dari perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kementerian Agama, Badan Akreditasi Nasional Provinsi Kalimantan Selatan. (P-*/Armin M)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














