PRIORITAS, 6/12/25 (Jakarta): Perenang cantik Indonesia keturunan Jerman, Masniari Wolf, menyatakan kesiapannya mempertahankan gelar juara bertahan cabang olahraga renang gaya punggung 50 meter putri.
Gelar juara tersebut ia peroleh di SEA Games 2023 di Vietnam. Masniari sekaligus menyudahi penantian panjang renang putri Indonesia yang paceklik medali emas dari cabor renang SEA Games dalam 11 tahun terakhir.
Dalam laga final saat itu, Masniari menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 29,21 detik.
Ditemui seusai seremoni pelepasan tim akuatik Indonesia untuk SEA Games 2025 Thailand di Jakarta, Sabtu (6/12/25), Masniari Wolf mengatakan dirinya fokus latihan sesi sprint atau renang jarak pendek sebagai menu utamanya dalam persiapan terakhir.
Masniari mengaku telah melakukan persiapan besar sejak musim panas lalu di Jerman, mulai dari latihan alat berat di gym hingga melahap menu jarak jauh di kolam.
Ia kembali dipercaya memperkuat Indonesia dalam SEA Games 2025. Atlet keturunan Jerman itu mengatakan tidak membebani diri dengan target muluk-muluk, meskipun ia juga tentu tidak mau kehilangan medali emas yang diraihnya dua tahun silam.
“Saya tidak mau menyebut target-target besar. Saya sejujurnya hanya berusaha melakukan yang terbaik. Mudah-mudahan saya mendapatkan catatan waktu terbaik, dan lihat saja ke mana hal itu akan membawa saya,” kata Masniari, sebagaimana dilansir dari Antara.
Para pesaing
Dalam percakapan, atlet berusia 20 tahun itu mewaspadai para pesaing di nomor 50 meter gaya punggung SEA Games Thailand.
Ia menyebut nama Kayla Sanchez asal Filipina, sebagai perenang yang perlu diwaspadai. Selain itu, ia juga menganggap perenang tuan rumah, dan secara khusus mengapresiasi kemunculan sesama perenang Indonesia Flairene Candrea Wonomiharjo.
Masniari menyebut Flairene sebagai salah satu pesaing berat di renang gaya punggung 50 meter putri. Terlebih, Flairene baru-baru ini meraih medali perunggu renang gaya punggung 50 meter putri Islamic Solidarity Games 2025 Riyadh Arab Saudi.
Di mata Masniari, pencapaian Flairene di Arab Saudi itu menjadi modal besar menuju Thailand. “Flairene telah menjadi pesaing yang benar-benar berat,” ujar Masniari mengakui.
Tim akuatik Indonesia berangkat ke Thailand dengan target melampaui perolehan medali SEA Games 2023. Saat itu tim akuatik membawa pulang total 11 medali yang terdiri dari tiga medali emas, tiga medali perak, dan lima medali perunggu.
Dengan target yang ada, Masniari cukup optimistis timnya akan mampu mengukir prestasi maksimal.
“Menurut saya tentu saja (kami) mampu. Sejujurnya saya tidak tahu banyak mengenai disiplin lain. Namun menurut saya renang akan jelas akan lebih baik dibanding (SEA Games) yang sebelumnya. Kami memiliki tim yang benar-benar kuat, dan menurut saya kami mampu melakukannya,” katanya. (P-hdt)
Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com














