Brasil diguncang demo karena kongres ingin loloskan RUU Bandit

Terkait

PRIORITAS, 23/9/25 (Brazilia): Ibukota Brasil diguncang demonstrasi yang menentang kongres (parlemen), karena akan meloloskan ‘RUU Bandit’ tentang pengampunan bagi koruptor dan perlindungan bagi diri mereka sendiri.

Sekitar 42.000 pengunjukrasa yang memadati Brasilia,  menuntut pembatalan Rancangan Undang-Undang (RUU) Amnesti dan Perisai Diri  yang  dinilai sebagai ‘RUU Bandit’  itu,  karena mengenyampingkan penderitaan rakyat Brasil selama ini.

Para pendemo menilai para anggota kongres Brasil “tidak tahu malu”, karena berusaha menciptakan aturan amnesti dan perisai diri. Aturan itu dapat melindungi diri mereka sendiri dari tuntutan pidana karena korupsi atau kriminal, serta bisa menguntungkan mantan presiden Jair Bolsonaro.

“Aturan itu adalah RUU Bandit. Tidak ada amnesti,” teriak massa di puluhan kota di Brasil,  sambil mengangkat spanduk dan mengenakan stiker bertuliskan ‘Kongres yang Tidak Tahu Malu’. Demikian laporan yang dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Asharq Al Awsat, hari Selasa (23/9/25).

Bolsonaro dijatuhi hukuman 27 tahun penjara minggu lalu, karena merencanakan kudeta. Ia juga diduga kuat terlibat korupsi selama masa pemerintahannya.

Mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro (kiri) meninggalkan Rumah Sakit DF Star, baru-baru ini.(folha)

Kongres Brasil yang mayoritas konservatif, telah mempercepat rancangan undang-undang amnesti,  yang dapat memberikan pengampunan mencakup pemimpin sayap kanan tersebut.

Para pengunjuk rasa juga geram dengan apa yang mereka sebut “RUU Bandit” yang diajukan Kongres secara rahasia.

Rakyat tolak amnesti

Presiden Luiz Inacio Lula da Silva ikut merayakan protes tersebut, karena rakyat ternyata menolak amnesti bagi koruptor.

“Saya mendukung rakyat Brasil. Demonstrasi hari ini menunjukkan bahwa rakyat tidak menginginkan imputasi atau amnesti”, katanya di Instagram.

Di kota besar Sao Paulo, para pengunjuk rasa membentangkan bendera Brasil raksasa, sebagai tanggapan terhadap bendera AS yang dipajang pada pawai pro-Bolsonaro bulan ini.

“Perlindungan yang mereka cari adalah untuk menutupi korupsi dan impunitas,” kata seorang pendemo, mahasiswa psikologi, Giovana Araujo (27 tahun).

Political Debate Monitor di Universitas Sao Paulo memperkirakan kerumunan massa sebanyak 42.000 orang di pusat ekonomi, dan angka serupa di Rio de Janeiro — jumlah peserta terbesar bagi kubu kiri sejak Presiden Luiz Inacio Lula da Silva terpilih kembali pada tahun 2022.

Kemenangan tipis Lula memicu serangkaian krisis politik, yang masih bergema di Brasil hingga saat ini.

Lawannya yang kalah, Bolsonaro,  dihukum karena berkomplot untuk melarang Lula menjabat, dalam sebuah rencana yang menurut hakim hanya gagal karena kurangnya dukungan dari petinggi militer.

Didukung tokoh musik

Aksi unjukrasa di pantai Copacabana, Rio de Janeiro, dilakukan dengan gelar musikal di tengah terik panas.

Tokoh-tokoh musik Brasil berusia delapan puluhan tahun, Caetano Veloso, Gilberto Gil, dan Chico Buarque, naik ke panggung yang dipasang di atas truk, di samping pohon-pohon palem.

Mereka menyanyikan lagu-lagu perlawanan dari era kediktatoran Brasil dahulu.

Kerumunan orang juga terlihat bernyanyi bersama saat boneka tiup Bolsonaro, yang mengenakan garis-garis penjara hitam-putih bergoyang di samping boneka Presiden AS Donald Trump.

AS telah menghukum Brasil dengan tarif impor tinggi, sebagai balasan atas penuntutan sekutunya, Bolsonaro.

Veloso (83 tahun), mengatakan para musisi tidak bisa tidak menanggapi kengerian yang telah merayap di sekitar mereka.

Para seniman secara harfiah diboikot selama kediktatoran militer. “Melihat mereka di sini identik dengan perlawanan,” kata Araujo, menggambarkan penampilan mereka sebagai “revolusioner.”

“Sekali lagi, para seniman memobilisasi rakyat untuk menuntut keadilan di negeri ini,” kata seorang mahasiswa sosiologi berusia 20 tahun,  Yasmin Aimee Coelho Pessoa.

Akui hadapi tekanan

Kongres Brasil berupaya menawarkan amnesti kepada 700 pendukungnya yang dihukum, karena menyerbu gedung-gedung pemerintah seminggu setelah Lula menjabat pada Januari 2023.

Namun RUU itu dinilai dapat mencakup pengampunan bagi Bolsonaro serta para koruptor lain, sehingga menyulut kemarahan publik.

“Para legislator meloloskan rancangan undang-undang untuk meningkatkan kekebalan mereka. Kaum kiri sedang melakukan reorganisasi dalam menghadapi semua kekejaman”, kata seorang insinyur lingkungan berusia 42 tahun, Henrique Marques, yang termasuk di antara puluhan ribu penunjukrasa di ibu kota, Brasilia.

Beberapa anggota parlemen menggunakan media sosial untuk meminta maaf, karena memberikan suara untuk ‘RUU Perisai Diri’ dan amnesti yang kontroversial itu.

Mereka mengaku terpaksa menyetujui RUU tersebut, karena menghadapi tekanan untuk melakukannya di parlemen yang terpecah belah.

Seorang wakil negara bagian, Pedro Campos, mengatakan dia telah memberikan suara untuk RUU tersebut, guna mencegah boikot agenda-agenda penting bagi pemerintahan Presiden Lula.

Kedua RUU tersebut menghadapi perjuangan berat di Senat. Presiden Lula telah berjanji untuk memveto RUU amnesti tersebut.

Ia juga mengatakan ‘RUU Perisai Diri’ bukanlah jenis masalah serius yang harus ditangani para legislator.”(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini