Penyakit HFMD serang puluhan ribu warga Filipina

Terkait

PRIORITAS, 24/8/25 (Manila): Sebanyak 37.368 warga Filipina terserang penyakit Hand Foot Mouth Disease (HFMD) atau lepuh/ruam tangan, kaki dan mulut. Kasus penyakit yang disebabkan virus Coxsackie A1 ini, meningkat 700 persen lebih dibandingkan tahun 2024 lalu.

Departemen Kesehatan Filipina (DOH) mengungkapkan kasus HFMD di negara tersebut dari Januari hingga Agustus tahun 2025 ini,  tujuh kali lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu.

“Per 9 Agustus 2025, kasus HMFD tahun ini telah mencapai 37.368 —lebih dari tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan 5.081 kasus yang tercatat pada periode yang sama di tahun 2024”, jelas DOH, seperti dikutip BeritaTakTikInfo.com.com dari Inquirer.net, hari Minggu (24/8/25).

Setengah dari kasus HMFD yang tercatat tahun ini, melibatkan anak-anak berusia 1 hingga 3 tahun.

Menurut Menteri Kesehatan Filipina, Ted Herbosa, HMFD adalah penyakit ringan namun sangat menular dan biasanya menyebar ke mereka yang berusia di bawah 5 tahun melalui kontak langsung.

“Penularannya lewat kontak, jadi Anda bisa terinfeksi jika menyentuh ruam, lepuh, bisul, atau terkena uapnya. Saat Anda menyentuhnya atau berbagi sesuatu, sendok, garpu, atau peralatan makan yang Anda gunakan,” jelas Herbosa, dalam sebuah wawancara di DZMM.

Penyakit HFMD juga menyerang tangan warga terutama anak-anak di Filipina tahun 2025 ini.(abs-cbn)

Perlu istirahat seminggu

Menteri Kesehatan mengatakan penularan sangat cepat dan tanpa disadari, biasanya dari benda-benda yang dipegang manusia setiap hari seperti telepon seluler.

Anak-anak gampang terinfeksi jika menyentuh benda yang sudah terkena virus. “Jadi, penularannya sangat cepat,” tambahnya.

Gejala HMFD meliputi demam, sariawan, sakit tenggorokan, dan ruam/lepuh pada telapak tangan dan telapak kaki.

Departemen Kesehatan Filipina mengatakan penyakit HMFD memang menyebabkan penderita merasa kurang nyaman, terutama di area yang muncul lepuh akan terasa sakit.

Meski begitu, penderita hanya memerlukan “pembatasan diri” dan orang yang terinfeksi sudah dapat pulih kembali setelah seminggu.

“Anda juga akan pulih setelah satu minggu. Itulah sebabnya kami [menyarankan] Anda untuk mengisolasi diri di rumah terlebih dahulu agar anak-anak lain yang belum memiliki kekebalan tidak tertular,” ujarnya.

Belum ada vaksin di Filipina

Menurut Herbosa, vaksin untuk HMFD belum tersedia di Filipina, bahkan di Amerika Serikat dan Eropa.

“Vaksin ini hanya tersedia di Tiongkok. Penyakit ini disebabkan virus Coxsackie A1 dan kemudian enterovirus 71, sudah ada vaksinnya, tetapi di AS dan Eropa, belum ada vaksinnya. Vaksinnya belum disetujui. Jadi, di Filipina, kami masih belum punya vaksin, meskipun produk-produk Tiongkok tampaknya ingin masuk ke sini,” kata Herbosa.

Ia berharap warga melakukan pembatasan diri dalam 7 hari sehingga tidak berakibat fatal, dan mungkin tidak akan mengeluarkan uang untuk vaksin.

Herbosa menghimbau kepada masyarakat agar selalu mencuci tangan guna mencegah tertular penyakit.

“Sangat penting untuk mengajarkan anak-anak mencuci tangan sesering mungkin, terutama jika mereka menyentuh orang yang sakit atau mengalami ruam,” ujarnya.(P-Jeffry W)

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini