Badai Mellisa sudah tewaskan 30 orang

Terkait

PRIORITAS, 30/10/25 (Kingston): Badai dahysat Mellisa yang menghantam sejumlah negara di kepulauan laut Karibia telah menewaskan 30 orang sampai hari Kamis ini.

Empat orang dipastikan meninggal di Jamaika sementara setidaknya 26 orang lainnya meninggal di Haiti, Republik Dominika dan Kuba, akibat Badai terkuat abad ini di Atlantik.

Selama tiga hari berturut-turut Badai Mellisa sekaligus menghantam lima negara masing-masing Jamaika, Haiti, Dominika, Kuba dan Bahama.

Badai Mellisa menjadi kategori-5 dengan kecepatan angin di pusaran inti sekitar 297 kilometer perjam ketika pertamakali menghantam Jamaika.

Badai ini selama berhari-hari telah membawa curah hujan lebat dan mengakibatkan banjir serta tanah longsor di sepenjang jalur yang dilewati.

Jamaika menjadi negara yang paling mengalami kehancuran, namun jumlah korban jiwa minim karena umumnya warga sudah diungsikan ke tempat yang aman.

Meski begitu, tim penyelamat khawatir jumlah korban bisa bertambah, karena masih banyak wilayah yang belum diperiksa.

Menurut informasi yang diperoleh BeritaTakTikInfo.com.com, hari Kamis (30/10/25), akibat badai tersebut banyak orang masih terjebak di atap dan rumah-rumah termasuk fasilitas medis tanpa listrik.

Sungai meluap

Sedangkan Haiti yang hanya terkena hantaman sampingan, justru menyebabkan banyak korban jiwa.

Lebih dari 20 orang tewas di Haiti akibat badai Melissa yang membawa curah hujan lebat, mengakibatkan sungai meluap, kata wali kota setempat

Begitupun dengan Republik Dominika yang berbatasan dengan Haiti, juga terkena imbas badai ini dan menyebabkan satu orang tewas.

Di Kuba, meski mengalami kehancuran yang cukup parah, tetapi jumlah korban tewas tergolong minim.

Sekitar 140.000 orang terputus akses darat akibat naiknya permukaan air sungai di Kuba.

Jalur badai Mellisa sejak menghantam Jamaika hingga ke Bahama.(bostonweather)

Di Bahama, laporan akibat hantaman badai dampaknya tidak signifikan, karena kategorinya sudah melemah menjadi 1.

Walaupun demikian, badai Mellisa masih membawa hujan lebat yang menimbulkan banjir cukup besar dan angin kencang yang merusak beberapa pulau di negara itu.

Pusat Badai Nasional menyebut badai menghantam lepas pantai Long Island di Bahama. Gelombang badai berbahaya diperkirakan akan berlanjut hingga besok pagi.

Hancur total

Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, berjanji untuk mencurahkan seluruh energi untuk pemulihan yang kuat.

Holness menyebut kota Black River hancur total. Namun ia yakin pemerintah dan masyarakat tetap teguh untuk membangun kembali.

Perdana Menteri telah melakukan survei ke beberapa wilayah negaranya untuk meninjau tingkat kerusakan.

Dalam keterangan terbarunya, ia mengatakan telah melihat St Elizabeth dan menambahkan kehancuran di sana sungguh memilukan, tetapi ia bersyukur semangat warga tetap teguh.

Jalan-jalan di pusat kota Santa Cruz tertutup lumpur dan endapan lumpur, beserta puing-puing. Beberapa ambulans terjebak di lumpur.

Kepala ahli meteorologi di perusahaan informasi cuaca AccuWeather, Jonathan Porter, memperkirakan total kerusakan dan kerugian ekonomi di kepulauan Karibia itu bisa mencapai $22 miliar.

“Penting untuk dicatat bahwa PDB, produk domestik bruto, output ekonomi Jamaika sekitar $20 miliar per tahun. Jadi, bisa dilihat bahwa angkanya sudah lebih dari PDB satu tahun,” ujarnya.

Hal itu menunjukkan tantangan ekonomi yang akan dihadapi masyarakat Jamaika.(P-Jeffry W)

Silahkan Bergabung ke WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita setiap hari. Ayo bergabung klik disini --> Channel TAKTIKINFO.com

Viral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Headline News

spot_img

Terkini